Suluh Kegelapan
Ditulis Oleh Maria Hartiningsih   
Monday, 01 October 2007

Kompas, 20 Juli 2007 

Kampoeng Percik didirikan oleh Komunitas Percik: Persemaian Cinta Kemanusiaan, lembaga independen di bidang penelitian sosial, demokrasi, dan keadilan sosial.

Lembaga itu didirikan pada 1 Februari 1996 oleh sekelompok ilmuwan di Salatiga, terdiri dari sejumlah peneliti sosial, pengajar di universitas, serta aktivis di bidang bantuan hukum dan pengorganisasian masyarakat.

Mereka adalah sebagian dari staf akademik sebuah universitas di Salatiga yang dipaksa keluar karena ketidaksesuaian prinsip. Komunitas yang pada masa Orde Baru dituduh sebagai organisasi tanpa bentuk oleh penguasa militer di Jawa Tengah itu terus memperjuangkan proses demokratis di setiap lini kehidupan.


Percik memberi perhatian pada politik lokal, pluralisme masyarakat dan budaya, civil society dan hukum, serta hak asasi manusia yang dituangkan dalam tiga kegiatan, yaitu penelitian (politik dan agama lokal), seminar-diskusi-lokakarya, serta advokasi.

Istilah lokal dipilih untuk memberi penegasan pada pentingnya kepekaan terhadap realitas setempat menyangkut kehidupan sehari-hari.

Mereka memberi tempat terhormat pada teologi lokal, yakni semua bentuk atau jenis refleksi iman yang menggunakan sumber-sumber lokal. Di situ ditemukan sumber-sumber kearifan dalam hubungan-hubungan di dalam semesta; antarmanusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Maha Pencipta.

Seperti dikatakan empu hukum di Indonesia, Prof Soetandyo Wiryosoebroto saat ulang tahun ke-10 Percik. Percik, katanya, ibarat lilin kecil yang mencoba menyuluhi kegelapan di sekitarnya. Lilin melambangkan otonomi dan keberdayaan manusia. Percik telah membuktikannya di masa lampau dan semoga akan seterusnya demikian.... (MH)
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 13 October 2007 )