|
Statistik
Anggota: 1867
Berita: 116
Pranala: 3
Pengunjung: 522386
Saat ini ada 12 tamu online
|
|
. |
Serambi
|
Ditulis Oleh JPPR
|
|
Thursday, 19 August 2010 |
| PRESS RELEASE JPPR : 57% MASYARAKAT BERPARTISIPASI DALAM PEMILUKADA KABUPATEN SEMARANG Pemilukada Kabupaten Semarang sangat kondusif, berjalan aman dan lancar. JPPR Kabupaten Semarang memantau di 253 TPS yang tersebar di 11 kecamatan terpilih, yaitu Ambarawa, Banyubiru, Bawen, Bandungan, Bringin, Getasan, Suruh, Tuntang, Ungaran Timur, Sumowono, dan Bergas. | | Sampai saat ini 210 relawan telah melaporkan hasil pemantauannya dan dari data tersebut 57% masyarakat berpartisipasi dalam Pemilukada Kabupaten Semarang. Sedangkan 43% sisanya tidak terlibat, seperti di daerah Mluweh misalnya karena banyak warga yang bekerja sebagai buruh bangunan mereka memilih pergi mengambil upah kerjanya di hari Sabtu ini ketimbang datang ke TPS. | |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 19 August 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Redaksi Jurnal Renai
|
|
Tuesday, 30 March 2010 |
|
Call For Papers Seminar Renai ke-13 “Pertanian dan Kemiskinan: Menuju Rantai Pasokan Pangan Berkeadilan” Sejak tahun 2000, Percik telah menerbitkan Jurnal Renai, Kajian Ilmiah Politik Lokal dan Sosial-Humaniora. Kajian ini berfungsi sebagai forum komunikasi, sehingga akan tercipta jaringan kerjasama antar peneliti, pemerhati, pengambil kebijakan, dan pengguna lain. Harapannya, capaian seminar ini setidaknya berguna untuk revitalisasi pengetahuan di Indonesia terhadap persoalan-persoalan pilihan-pilihan strategis termasuk pilihan pendekatannya. Seminar kali ini mengambil tema “Pertanian dan Kemiskinan: Menuju Rantai Pasokan Pangan Berkeadilan” merupakan tema lanjutan dari dua seminar sebelumnya, tentang “Globalisasi Pangan” dan “Jerat Krisis Pangan dan Energi”. Pokok-pokok (topik) yang akan dibahas adalah berhubungan dengan rantai pasok pangan di Indonesia baik ditinjau dari sisi teknologi, lingkungan, ekonomi, sosial-legal dan etika. Penjelasan topik secara lebih rinci, silahkan membaca dalam TOR Seminar Renai ke-13. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 30 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Menakar Kembali Potensi... |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Singgih Nugroho
|
|
Monday, 29 March 2010 |
|
Menakar Kembali Potensi Toleransi dan Intoleransi Agama di Jawa Tengah Di awal tahun 2010, persoalan kehidupan beragama di Indonesia kembali mendapati tantangan serius. Pasalnya, saat ini tejadi polemik tajam atas proses uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Hasil uji materi itu diduga akan mewarnai kehidupan keagamaan dan kebangsaan ke depan. Sebelumnya, tiga lembaga yakni The Wahid Institute, Setara Institute, dan CRCS UGM melaporkan kondisi keagamaan di Indonesia tahun 2009 masih diwarnai fakta kekerasan atau pelanggaran kebebasan beragama yang meliputi penodaan/penyesatan agama/keyakinan, serta pendirian dan perusakan tempat ibadah. Pelaku kekerasan diidentintifikasi dilakukan oleh aparat negara (meliputi polisi, Departemen Agama, pemerintah, pengadilan, dll); serta aktor masyarakat sipil (meliputi individu, tokoh agama dan ormas keagamaan—Islam). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 29 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh SC SI XI
|
|
Monday, 29 March 2010 |
|
Seminar Internasional XI Dinamika Politik Lokal di Indonesia : “Ada Apa dengan 10 Tahun Otonomi Daerah ?” Percik akan menyelenggarakan Seminar Internasional ke 11 dengan tema Dinamika Politik Lokal di Indonesia :” Ada Apa dengan 10 Tahun Otonomi Daerah ?”. Seminar Internasional ke 11 ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 sampai 23 Juli 2010, di Kampung Percik Salatiga. Seminar ini kemudian akan dilanjutkan dengan Roundtable discussion , dengan jumlah peserta yang terbatas, yang akan berusaha merefleksikan perkembangan Otonomi Daerah dan sekaligus memikirkan suatu bahan kajian yang dapat dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan yang terkait dengan Otonomi Daerah. Roundtable discussion itu sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 Juli 2010. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 29 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Rm Wartaya
|
|
Wednesday, 17 February 2010 |
|
KENAL DAN CINTA ALAM FORUM KITA BEDA KITA SAMA (KBKS) Sekitar 60 anak usia sekolah SD dengan latar belakang berbeda: anak-anak sekolah Minggu GKJ, Sekolah Minggu Gereja Katolik dan anak-anak Pesantren Edimancoro serta anak-anak TPQ Roudlotul Quran, Klaseman mengadakan pelatihan anak-anak untuk mengenal dan mencintai pertanian dan alam di KPTT pada hari Minggu, 14 Februari 2010 pukul 08.00-12.30. Mereka berasal dari komunitas KBKS (Kita Beda Kita Sama) adalah satu forum lintas SARA dengan visi menabur benih kesadaran dan penerimaan terhadap perbedaan untuk mencapai harmoni sejak usia dini. Berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak untuk belajar bersama dalam kemajemukan. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 29 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 20 |
|
. |
|