Sunday, 05 September 2010
   

Login






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Anggota: 1867
Berita: 116
Pranala: 3
Pengunjung: 522379
Saat ini ada 14 tamu online
.
Seminar Nasional Wacana Lintas Iman PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Suara Merdeka   
Wednesday, 24 June 2009

Suara Merdeka, 19 Juni 2009

Hubungan Antarumat Beragama Perlu Dijaga

SIDOMUKTI- Kebersamaan kedamaian dan kemanusian dalam hubungan antarumat beragama perlu dijaga. Beragamnya agama di Indonesia merupakan bentuk pruralisme berkehidupan. Ada agama Islam, Nasrani, Hindu, Budha, Yahudi, Khong Hu Cu tetapi yang namanya Tuhan tetap satu, tetapi perjalanannya berbeda.


Hal ini dikemukakan Prof Musa Asy’arie dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta saat seminar nasional wacana lintas iman dengan tema  ”A Commom Word: Kebebasan, Kedamaian dan Kemanusian”,  di Auditorium Kampus I STAIN Kamis (18/6).

Seminar ini kerja sama STAIN Salatiga dengan Percik, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra, Fatayat NU, GKJTU, Aisiyah dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Musa yang juga staf ahli bidang sosial budaya Menteri Komunikasi dan Informatika itu mengemukakan, sebuah agama ibarat sebuah gunung, berbagai cara mendaki dengan jalur berbeda-beda.
Kerukunan Tetapi semuanya akan mencapai titik satu puncak yang sama yakni Tuhan. Saat ini yang perlu ditekankan adalah, upaya menciptakan kualitas hubungan antarumat beragama.

Pemateri lainnya, Prof Dr H Muh Zuhri MA (Guru besar STAIN Salatiga), menyampaikan tentang kebersamaan, kedamaian kemanusiaan dalam perspektif sosial religius di Salatiga.

Menurutnya, suatu inisiatif menciptakan kerukunan dan perdamaian antarumat beragama perlu mendapat dukungan masyarakat . Hal ini agar konflik apa saja, khususnya yang menyangkut hubungan antarumat dapat ditoleransi dengan baik, sehingga tercipta ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan.

Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta AA GN Ari Dwipayana memaparkan refleksi atas A Common Word dalam perspektif Hindu. Yaitu sebuah pandangan dalam Hindu yang bisa digunakan sebagai fondasi dalam perbedaan.

Seperti dasar percaya bahwa Brahman Maha Pengasih dan Penyayang sebagaimana sifat Brahman yang diibaratkan sebagai samudera luas yang tidak bertepi. (H53-16)
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 24 June 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
.

Publikasi

Polling

Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
 
© 2010 kampoeng percik