Thursday, 24 August 2017
   

Statistik

Anggota: 33088
Berita: 128
Pranala: 3
Pengunjung: 4316212
Saat ini ada 13 tamu online
.
Wacana Lintas Iman PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ambar Istiyani   
Thursday, 14 May 2009

Spiritual Tour Program Wacana Lintas Iman :

Vihara - Pagoda Watugong dan Klenteng Gg. Lombok Semarang

 

Hari Rabu tanggal 11 Februari 2009 yang lalu, sejumlah 20 orang aktivis Program Wacana  Lintas Iman yang dimotori oleh beberapa lembaga jangkarnya, antara lain Percik, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra, Gereja Kristen Jawa Tengah Utara Salatiga, Fatayat NU Salatiga, PD Aisyiah Muhammadiyah Salatiga, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia - Salatiga melakukan field trip ke Vihara di Watugong dan Klenteng di Gg. Lombok Semarang. Tujuan dari field trip ini antara lain adalah untuk mengenal sejarah dan aktivitas pusat-pusat agama lain (khususnya vihara dan klenteng), dan memperoleh pengalaman batin dialog antar iman yang diharapkan akan berguna bagi masing-masing aktivis program ini.

Sesampai di Vihara, rombongan disambut langsung oleh beberapa pengurusnya. Hari yang cerah menambah keindahan sekitar Vihara dan Pagoda. Burung-burung berkicau di atas pohon Bodhi yang tumbuh kokoh di depan Pagoda. Pun Kiat, salah satu pengurus akan memandu rombongan berkeliling Vihara dan Pagoda.

Pertama rombongan diajak untuk melihat Vihara. Sebelum masuk pintu Vihara ada semacam relief lingkaran bergambar tiga binatang yang saling menggigit. Ayam (jago) menggigit Ular, Ular menggigit Babi, dan Babi menggigit Ayam. Diceritakan oleh Pun Kiat bahwa Ayam digambarkan sebagai keserakahan. Ular sebagai kepicikan. Dan Babi adalah kebodohan. Bila manusia belum bisa menghilangkan ketiga hal itu maka manusia masih dalam kesengsaraan. Bagaimana bisa meninggalkan kesengsaraan maka manusia perlu mengikuti ajaran-ajaran Budha.

  

Masuk ke ruang Vihara, ada patung Budha setinggi sekitar 2 meter (--dijelaskan bahwa face Budha di sini disesuaikan dengan wajah orang Jawa--). Ruang ini biasa dijadikan tempat sembahyang. Ketika ditanya apakah orang beragama lain bisa ikut serta melakukan ibadah yang mereka lakukan di sini, salah satu pengurus mengatakan silakan saja karena mereka terbuka. Selain di Vihara, rombongan juga diajak ke Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya.

Selesai melakukan diskusi dan berkeliling di sekitar Vihara dan Pagoda, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Klenteng Gg. Lombok. Rombongan melewati Jalan Thamrin untuk menuju Gg. Lombok, tetapi diujung jalan ternyata banjir setinggi sekitar 30 cm membuat mobil susah berjalan.
Untuk itu rombongan harus berputar dan kemudian melewati Jl. Pekojan salah satu pecinan di Kota Semarang.

Sampai di Klenteng, rombongan disambut oleh Kwa Tong Hay, pengurus klenteng. Menurutnya Klenteng ini sudah dibangun sejak abad ke-17, merupakan klenteng tertua di Kota Semarang. Klenteng ini diperutukkan untuk agama Tri Dharma atau disebut juga agama rakyat. Tri Dharama adalah Taoisme, Konghuchu, dan Budhisme. Taoisme mengajarkan tentang keselarasan dengan alam -- hidup itu jangan mekso. Konghuchu mengajarkan untuk menjadi orang yang berwatak bijak. Budhisme lebih mengajarkan agar manusia bisa mencapai moksa (tidak sengsara).

Selama ini mungkin banyak orang yang menganggap bahwa Konghuchu adalah sebuah agama. Tetapi menurut Kwa Tong Hay, Konghucu adalah sebuah sebuah ajaran. Orang menganggap bahwa Klenteng adalah hanya untuk Konghuchu yang kebanyakan orang menyebutnya untuk agama etnis China. Padahal menurutnya Klenteng bisa untuk Taoisme, Konghuchu, dan Budhisme.

Setelah berdiskusi sebentar, rombongan diajak berkeliling untuk melihat sekeliling Klenteng. Rombongan diberi penjelasan tentang dewa-dewa yang sering dimintai pertolongan oleh umat di Klenteng ini. Ada beberapa dewa, termasuk Laotse (dalam Konghuchu disebut sebagai Dewa Pendidikan), Dewi Machu adalah dewi bagi para nelayan. Menurut cerita, Dewi Machu banyak disembah oleh para nelayan di sepanjang pantai di daerah Jepara dan sekitarnya.

Beberapa anggota rombongan mengungkapkan kesukacitaannya tentang keikutsertaannya di dalam field trip ini. Saling mengetahui, mengenal, dan memahami agama lain akan menumbuhkan saling menghormati satu sama lain. Semoga.

 

* penulis adalah Program Assistant program Wacana Lintas Iman

Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 27 May 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
.

Publikasi

Polling

Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
 
© 2017 kampoeng percik
Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.