Thursday, 19 October 2017
   

Statistik

Anggota: 33098
Berita: 128
Pranala: 3
Pengunjung: 4339073
.
Pers Release PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Panitia Seminar Internasional   
Tuesday, 15 July 2008

Seminar Internasional Percik Ke-9

”Politik Identitas: Agama, Etnisitas, dan Ruang/Space dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia dan Asia Tenggara”

 

Sebagai lembaga yang diperuntukan untuk Penelitian Sosial, Demokrasi dan Keadilan Sosial, Percik Salatiga pada 15-18 Juli 2008 akan kembali menyelenggarakan Seminar Internasional tentang Dinamika Politik Lokal di Indonesia. Seminar kali ini merupakan yang ke-9 kalinya, dengan tema yang berbeda-beda. Tema yang akan ditelaah dalam seminar kali ini adalah: ”Politik Identitas: Agama, Etnisitas, dan Ruang/Space dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia dan Asia Tenggara.”

Dalam aneka dinamika politik lokal di Indonesia (dan mungkin juga di negara-negara lain di Asia Tenggara) diamati berperannya politik identitas, yaitu aspirasi politik yang mengacu kepada pertimbangan-pertimbangan dan kepentingan-kepentingan yang mengungkapkan jati diri (identitas) kelompok masing-masing. Yang paling mengungkapkan identitas itu adalah acuan yang berkaitan dengan orientasi keagamaan, solidaritas sebagai warga suatu kelompok etnik tertentu, dan/atau ikatan dengan tempat asal (ruang/space) kelompok masyarakat yang bersangkutan. Aspirasi politik warga masyarakat tidak hanya termanifestasikan lewat dinamika politik parpol, organisasi-organisasi kemasyarakatan, gerakan–gerakan, dan sebagainya tetapi tidak jarang aspirasi politik yang dimanifestasikan lewat dinamika politik organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan gerakan-gerakan itu berbaur dengan politik identitas (yang bercorak dan berorientasi keagamaan, etnik, dan ruang/space).

 

Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka beberapa topik utama dipilih dalam seminar ini,  yaitu:

(1)     ”Politik Identitas: Wacana dan Makna Politik Identitas pada aras Lokal. Nasional, Regional, dan Global”. Telaah tentang topik ini mengungkapkan perkembangan wacana dan makna politik identitas yang antara lain mengemukakan teori dan perkembangan wacana yang terjadi baik di Indonesia, maupun di Asia Tenggara.  (Khusus tentang topik ini bisa murni bersifat teori).

(2)     ”Politik Identitas: ”Orientasi Agama dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia/Asia Tenggara”. Telaah tentang topik ini, misalnya, dapat dilakukan dalam peristiwa dinamika politik lokal pilkada, bukan saja orientasi yang mendukungnya tetapi juga yang tidak menyetujui politik identitas keagamaan dalam arena seperti pilkada; dan di arena lain.

(3)     “Politik Identitas: Etnisitas dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia/Asia Tenggara”. Telaah tentang topik ini, misalnya, dapat dilakukan dalam peristiwa dinamika politik lokal pemekaran daerah yang menonjolkan peranan politik identitas yang berorientasi etnisitas; dan di arena lain.

(4)     “Politik Identitas: Orientasi Ruang/Space dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia/Asia Tenggara”. Telaah tentang topik ini, misalnya, dapat dilakukan dalam wacana tentang pengutamaan gagasan putra daerah dalam berbagai aras kepemimpinan masyarakat; dan di arena lain.

(5)     “Politik Identitas: Orientasi Gabungan (Agama, Etnisitas, dan /atau Ruang/Space) dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia/Asia Tenggara”. Telaah tentang topik ini misalnya dapat dilakukan dalam peristiwa dinamika politik lokal  pengerahan dukungan massal dengan memanfaatkan  berbagai orientasi primordial,  seperti agama, etnisitas, dan/atau ruang/space; dan di arena lain.

Jadi, topik-topik (2),(3),(4) dan (5) itu bisa berperan dalam  berbagai  arena dinamika politik lokal, misalnya, dalam peristiwa pilkada (pilkada aras provinsi, aras kabupaten/kota), pemekaran daerah, kaitan tiap orientasi dalam politik identitas itu dengan politik ekonomi, peranan negara dalam politik identitas, peranan media massa dalam politik identitas, dan sebagainya, dan sebagainya; juga dalam proses rekruitmen pegawai, penetapan jenis kebijakan publik, penetapan perbatasan wilayah admnistrasi pemerintahan, dan sebagainya, dan sebagainya; juga berkenaan dengan konflik antar kelompok yang berbeda agama, etnis, dan/atau ruang/space (dimensi modal sosial ”bonding” yang mengutamakan kelompok sendiri terhadap/berhadapan dengan kelompok lain) atau gejala kerjasama antar kelompok meskipun berbeda agama, etnis, dan/atau ruang/space (dimensi modal sosial ”bridging” yang mendukung kerjasama itu), dan sebagainya.

 

Kegiatan ini akan dimulai dengan keynote speech dari Yudi Latif (Paramadina Jakarta) dan Gerry Van Klinken (KITLV Leiden) yang akan berbicara mengenai “Decolonization and the making of middle Indonesia”. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan presentasi dari peneliti-peneliti diantaranya; Tri Ratnawati yang akan memaparkan penelitiaannya tentang ”Hubungan Kekuasaan antara Pemerintah Pusat dan Aceh dalam Lintasan Sejarah Politk Indonesia”, Nelti Anggraini tentang ”Orientasi Agama (Islam) dalam Kebijakan Publik: (Catatan atas  Perda-perda Bernuansai Agama di Sumatera Barat”, Gerrit Singgih, yang akan menyajikan ”The Ecumenical Movement ini Indonesia: Torn between Ethnicism and Nationalism”.

 

Seminar ini kemudian akan diakhiri dengan Roundtable Discussion, pada Jum’at 18 Juli 2008, mengenai Refleksi Tentang Peranan Agama, Etnisitas, Dan Ruang/Space Dalam Politik Identitas.
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 15 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
.

Publikasi

Polling

Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
 
© 2017 kampoeng percik
Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.