Thursday, 29 June 2017
   

Statistik

Anggota: 33086
Berita: 128
Pranala: 3
Pengunjung: 4294195
.
Seminar Renai 12 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ambar Istiyani   
Saturday, 14 June 2008

Seminar Renai 12 

Jerat Krisis Pangan: Perubahan Iklim, Krisis Energi, dan Kerusakan Lahan

            Ada fenomena yang terjadi serentak di Indonesia yang patut diwaspadai: bencana tanah longsor, puting beliung, banjir, gempa bumi, masyarakat antre untuk mendapatkan pangan (beras dan minyak goreng) murah, antre minyak tanah dan bensin, gagal panen, gejala kekurangan gizi di beberapa tempat hingga berakibat kematian, harga pangan makin mahal, serta harga pangan dan energi dunia cenderung naik.  Muara dari semua itu jelas tampak di depan mata: ancaman ketahanan pangan dan terjadinya krisis pangan berkepanjangan! Akibat selanjutnya adalah kekacauan masyarakat (public chaos). Dengan melihat berbagai  fenomena yang terjadi di Indonesia, muncul pertanyaan dapatkah kondisi ketahanan pangan terwujudkan? Ataukah, justru terjadi krisis pangan berkepanjangan?

Tanggal 6 Juni 2008 yang lalu bertempat di Kampoeng Percik Salatiga, melalui seminar kerjasama antara Renai –kajian bidang politik lokal, sosial humaniora terbitan Yayasan Percik Salatiga—, Program Magister Teknologi Pangan (PMTP) Unika Soegijapranata Semarang dan Garuda Food Jakarta,  soal ancaman krisis pangan ditinjau dari berbagai sudut pandang: (1) Dampak perubahan iklim, (2) Konversi tanaman ke sumber energi (biofuel), (3) Upaya diversifikasi untuk menghindari krisis pangan, (4) Ancaman simultan gagal panen, kenaikan harga pangan dan penurunan daya beli, (5) Kerusakan lahan pertanian dan rehabilitasinya.

Seminar tersebut menyajikan analisis yang komprehensif dan mendalam tentang keterkaitan antara perubahan iklim dengan krisis energi dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Ada 14 pembicara yang menyajikan makalah yang ditulisnya termasuk salah seorang sebagai keynote speaker. Seperti dipresentasikan oleh Sudhamek AWS dari GarudaFood sebagai keynote speaker, diharapkan melalui makalah dan bahasan para pembicara dapat dirangkum menjadi sebuah rekomendasi konkrit tentang identifikasi permasalahan krisis pangan, bagaimana strategi mengangkat martabat pertanian dan pangan, dan bagaimana solusi terbaik untuk mencapai ketahanan pangan di Indonesia.

Para pembicara yang menyampaikan makalahnya antara lain adalah Prof.Dr. Budi Widianarko dari UNIKA Soegijapranata yang menulis tentang Perubahan Iklim dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia; Jusuf Sutanto dari Indofood tentang Pendekatan Kearifan Perennial vs Akademis dalam Ilmu Kepemimpinan; Prof.Dr. Susetiawan dari Universitas Gadjah Mada tentang Adaptasi Masyarakat terhadap Ancaman dan Peluang Krisis Pangan; Budi Darmawan dari Yayasan Obor Tani tentang Pemberdayaan Desa-desa Contoh untuk Desa Buah; Dr. Ir. P. Wiryono tentang Keberpihakan pada Petani dalam Persoalan Ketahanan Pangan; hadir pula wakil dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan tentang Kesiapan Provinsi Jawa Tengah Menghadapi Empat Ancaman Ketahanan Pangan; disampaikan juga pengalaman dari Soeratman, Kepala Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kab. Semarang tentang Upaya Penanggulangan Krisis Pangan di Tingkat Lokal.

 Hadir dalam seminar tersebut sejumlah 70 orang peserta (termasuk pembicara) dari berbagai kalangan termasuk akademisi, peneliti, dinas pertanian, dan para petani.

Selanjutnya dari makalah-makalah seminar ini akan diterbitkan kajian berkala Renai Th VIII No.1 tahun 2008 berjudul Jerat Krisis Pangan: Perubahan Iklim, Krisis Energi, dan Kerusakan Lahan yang diharapkan dapat terbit pada pertengahan tahun ini.

 

* Panitia Seminar Renai 12 

Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 20 August 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
.

Publikasi

Polling

Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
 
© 2017 kampoeng percik
Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.