Thursday, 24 August 2017
   

Statistik

Anggota: 33088
Berita: 128
Pranala: 3
Pengunjung: 4316278
.
Kunjungan SDN Salatiga PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ambar Istiyani   
Thursday, 19 March 2015
dari Upacara Bendera sampai ‘Berbasah Kuyup Ria’

 

 

Sang Merah Putih perlahan semakin tinggi diiringi semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Barisan anak-anak dengan seragam merah putih masih tampak rapi, menghormat kepada bendera negeri ini. Pagi itu senin pagi yang cerah. Sinar matahari menyusup di antara pepohonan yang rindang. Irama kicau burung lirih bersahutan. Gemericik air sungai di bawah sana membawa irama alam yang terasa damai.

Bagi seluruh siswa-siswi SD Negeri 12 Salatiga, ada yang berbeda dengan hari senin kali ini. Mereka tidak menyelenggarakan upacara bendera di lingkungan sekolah, melainkan di pelataran sebuah rumah Joglo di Kampoeng Percik. Mengisi jeda setelah menjalani ujian tengah semester, tanggal 16 Maret 2015 lalu sekitar 150 siswa-siswi ini berkegiatan di luar sekolah. Para guru pun memilih Kampoeng Percik sebagai tempat bermain dan belajar bersama mereka.

Setelah melaksanakan upacara bendera yang khidmat, anak-anak diajak berkeliling di Kampoeng Percik. Mereka belajar mengenal rumah-rumah adat Jawa yang sengaja dilestarikan oleh pengurus Kampoeng Percik dan dijadikan sebagai tempat bekerja. Di atas bukit tegalan yang berjarak sekitar satu kilometer dari keramaian pusat Kota Salatiga inilah ‘perkampungan’ rumah-rumah Joglo ini terletak. 

Anak-anak juga berkesempatan mengunjungi area perkemahan Sapoe Sodo di Kampoeng Percik yang kini kerap dipakai oleh sekolah-sekolah dan lembaga lainnya yang ingin berkegiatan bersama semisal pendidikan dasar, pelatihan, outbond dan sebagainya. Menyusul SD Negeri 12 Salatiga, pada hari berikutnya tanggal 17 Maret 2015 anak-anak kelas lima dan enam SD Negeri 8 Salatiga juga melakukan kegiatan yang hampir sama.


Mencintai Lingkungan, Belajar Bekerjasama 

Antusias tampak di wajah anak-anak ketika pendamping dari Kampoeng Percik mengajukan pertanyaan tentang tumbuhan apa saja yang mereka lihat di sekitar mereka. Dengan cekatan dan saling berebut mereka menyahut “....pohon rambutan, kelapa, jambu air, manggis, sengon,...” Lalu ketika ditanya tentang tumbuhan mana yang disebut daun sirih. Beberapa anak pun maju dan menunjuk tanaman yang merambat di satu pohon sengon yang tinggi menjulang. Seorang anak menceletuk “untuk mengobati mimisan!”, ketika mereka ditanya salah satu manfaat daun sirih. 

Begitulah, sambil berjalan-jalan, anak-anak diajak untuk mengenal tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan yang berada di lingkungan Kampoeng Percik. Kegiatan ini pun dilanjutkan dengan menanam pohon bersama sebagai wujud tindakan mencintai lingkungan alam. Sebagai penutup kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diajak melakukan sejumlah permainan. Satu permainan yang cukup seru adalah mengisi sebuah pipa berlubang dengan air. Sebagian peserta kelompok harus menutup lubang-lubang pipa dengan jari-jari mereka, sementara anggota yang lain harus mengambil air di sungai dan mengisikannya dalam pipa sehingga bola pingpong yang sebelumnya dimasukkan ke dalam pipa dapat keluar karena dorongan air yang memenuhi pipa. Permainan ini cukup membuat anak-anak basah kuyup, tetapi membuat anak-anak tampak bergembira sekaligus mendorong mereka untuk senantiasa mengedepankan kerja bersama. (Amb).

Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 06 April 2015 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
.

Publikasi

Polling

Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
 
© 2017 kampoeng percik
Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.