Thursday, 24 August 2017
   

Statistic

Members: 33088
News: 128
Web Links: 3
Visitors: 4316059
We have 1 guest online
.
UTF 2010 PDF Print E-mail
Written by HARYANI SAPTANINGTYAS, SP, MSc   
Wednesday, 08 September 2010
There are no translations available

Uniting Through Faith 2010

“Membangun Relasi antara Komunitas di Australia dan Indonesia”

Selama tiga minggu (31 Juli – 23 Agustus 2010) enam orang Muslim dan enam orang Kristen delegasi  gerakan lintas iman “Sobat” dari Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan perkunjungan ke negeri Kanguru, Australia.  Delegasi tersebut berkunjung ke beberapa kota di Negara bagian Tasmania dan Victoria seperti Ballarat, Launceston, Hobart, Melbourne, Bendigo, Warrnambol, Albury, Wodonga, Shepparton,  mengunjungi sekolah-sekolah, beberapa universitas, gereja-gereja, masjid-masjid dan tempat ibadah orang Sikh  serta menginap di keluarga Australia dan Indonesia yang telah lama menetap di negeri tersebut.

Sobat adalah program interfaith dialog yang diinisiasi tiga lembaga yakni Percik Institute, PP Edi Mancoro  dan Sinode GKJ di Salatiga, yang dimulai sejak tahun 2002. Saat telah tergabung lebih dari 32 lokal network pada gerakan tersebut. Pada kenyataannya jaringan lokal tersebut memiliki ciri dan sejarah perkembangan tersendiri tetapi berkumpul bersama untuk saling memperkuat. Tujuan pokok dari gerakan sobat ini adalah membangun pertemanan lintas iman yang berbasis sinten remen (siapa suka/mau).

Dalam gerakan Sobat ini, kelokalan menjadi cara pandang utama karena diyakini bahwa pendekatan kelokalan justru menjadi penting pada masa globalisasi saat ini.  Pada kenyataannya, orang lokal menghadapi persoalan umum yang hampir sama di seluruh belahan dunia seperti kemiskinan, prasangka dan kesalahpahaman antar kelompok umat beragama/negara serta menghadapi persoalan stigma barat dan timur  yang muncul karena kurangnya komunikasi antara kelompok. Untuk itu perkunjungan ke Australia melalui program Uniting Trough faith (UTF) 2010 yang diselenggarakan oleh Uniting Church Australia, Synode of Victoria and Tasmania bekerjasama dengan Forum Lintas Iman Sobat menjadi salah satu jalan keluar membangun  komunikasi antar komunitas beragama di dua Negara secara langsung tanpa dimediasi oleh media atau elite politik.  Program ini merupakan program lanjutan dari UTF 2009 yang dinilai sukses membangun saling kesepahaman antara Islam-Kristen dan Indonesia-Australia. Sama seperti program UTF 2009 lalu, antusiasme penduduk Australia,murid-murid sekolah dan media massa sangat terasa, bahkan delegasi juga diundang secara resmi oleh Gubernur Victoria, Gubernur Tasmania dan Walikota Ballarat melalui perjamuan makan siang yang formal.

Beberapa kegiatan seperti pertemanan yang bersifat informal,  diskusi langsung tentang topik sekitar pesantren, terrorisme, social justice, hubungan islam dan Kristen, praktek sholat dan memakai jilbab, serta memperkenalkan budaya wayang sebagai media pemersatu kehidupan umat beragama dilakukan. Dalam program tersebut, pertemanan yang erat antar delegasi menjadi cermin wajah Indonesia yang ramah dan kaya akan budaya pemersatu.

Anggota delegasi adalah para pemimpin umat pondok pesantren sekaligus  aktivis organisasi Islam  seperti Gus Jazuli Kasmani (PP Al Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten ), Gus Hanif  (PP Edi Mancoro Salatiga), Muhyidin (Lakpesdam NU Cabang Bantul Yogyakarta), para pemimpin Gereja Kristen Jawa seperti Pdt. TM. Eben Haezer Lalenoh (GKJ Sidomukti Salatiga), Pdt. Petrus Mardiyanto (GKJ Pituruh dan GKJ Karangjoso Purworejo), Pdt. Hananto Kusumo (GKJ Karangalit). Beberapa delegasi juga berasal dari para penggiat pendidikan yang mempromosikan kehidupan multiculturalism dan multireligions seperti Dhama Ady Saputra (Guru SMP Kristen 1 Salatiga), Sr. M. Paulina, OSF (Kepala Sekolah SD Marsudirini 77 Salatiga) dan para penggiat serta pemerhati perdamaian tingkat lokal seperti Kastolani (STAIN SALATIGA) dan tiga orang dari Percik Institute yakni Ambar istiani, Haryani Saptaningtyas dan Seto Herwandito.

 

*) Penulis adalah Koordinator Delegasi UTF 2010 dan bekerja sebagai peneliti pada Percik Institute Salatiga

 
< Prev   Next >
.

Publication

Polls

Where do you find out about Percik ?
 
© 2017 kampoeng percik
Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.