|
Bila anak belajar pluralitas... |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Singgih Nugroho
|
|
Tuesday, 20 November 2007 |
|
 Pada tanggal 10 November 2007 lalu di Kampoeng Percik, telah diselenggarakan sebuah acara berjudul, ”Ketupat Persahabatan” (Syawalan multikultur untuk anak-anak). Acara ini diikuti oleh 50 anak dari tiga lembaga pendidikan berbasis agama dan sekuler di Salatiga, yaitu TPQ (Taman Pendidikan Quran) ”Roudlotul Qur’an”, Klaseman, Sekolah Minggu Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidomukti dan Kelompok Belajar Cemara. Dalam acara ”Ketupat Persahabatan” itu, selama kurang lebih dua jam, anak-anak yang rata-rata berusia 7-12 tahun, dan belum saling mengenal satu dengan yang lain, serta bahkan tidak diberitahu maksud pokok acara oleh tutornya, berkumpul untuk saling mengenal. Mereka difasilitasi untuk tidak hanya saling mengenal dalam hal perbedaan nama, tempat belajar dan atribut seragam, tapi juga belajar untuk mengenal lebih jauh tentang n (praktek) jenis keimanan antar mereka. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 14 March 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|