Saturday, 25 November 2017
   

Statistik

Anggota: 33105
Berita: 128
Pranala: 3
Pengunjung: 4357685
Saat ini ada 1 tamu online
.
Buku Tamu

    There are 55 entries in the guestbook.
    Pages: « 1 2 3 4 5 6 »

    NameEntry
    Helmi
    from NTB
    Signed on: Tue 23 Sep 2008 04:01:56 WIT
    Kami LSM yang berlokasi di NTB juga sedang konsen menjalakan salah satu sistem Infokom pada program Rumah Alir. terima kasih nantinya dapat sharing informasi
    redaksi@santiri.org
    Kristanto Ari
    from Magelang
    Signed on: Sun 21 Sep 2008 09:37:13 WIT
    terima Ksih atas kerjasama yang saat ini dilakukan Program Polmas. semoga ke depannya kerjasama ini dapat dilakukan dalam issue yang berbeda. salam Kenal dari Kristanto Ari Bina Swadaya Magelang. Tuhan Memberkati.
    diah-ppt@lycos.com
    IMAS NURHAYANI,SE
    from JAKARRTA
    Signed on: Sat 19 Jul 2008 07:53:03 WIT
    SALAM KENAL 
    Dengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1), Ormas indepnden. Untuk lebih mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 sapat dilihat di Website:www.apindonesia.com (Klik Logo FKI-1). Terima Kasih. Imas Nurhayani,SE. Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Lt.5.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat. Tlp:0213503349, 3864167. Email:satufki@gmail.com.
    satufki@gmail.com
    mbazly
    from Jakarta
    Signed on: Wed 02 Jul 2008 07:30:48 WIT
    media ini sangat bagus untuk mensosialisasikan informasi atas kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, tentunya dengan media ini pula masyarakat bisa menyampaikan pesan-pesan moralnya untuk menjadi bahan bacaan terhadap kebijakan yang anti rakyat...dinamika politik lokal sangatlah menjadi bahan kajian bagi kawan-kawan...semoga bisa memberikan yang terbaik bagi dinamika politik kedaerahan, terima kasih dan kalu sempat kunjungi web kami di [URL=http://www.ahmisalatiga.com]Page Title[/URL]web komunitas kami yang sementara ini masih menampilkan artikel-artikel dan informasi yang sifatnya tentatif...terima kasih bravo percik
    sabad76@gmail.com
    jhellie
    from Mataram
    Signed on: Wed 18 Jun 2008 18:34:56 WIT
    Salam kenal dari kami JArik Mataram 
     
    sangat senang dengan situs ini, menarik untuk anak muda...kami akan sebarkan ke teman-teman yang lain trims
    jhelliemaestro@gmail.com
    Febriyan
    from Yogyakarta
    Signed on: Sun 01 Jun 2008 16:08:37 WIT
    Politik identitas dan sub-altern merupakan dua tema yang mungkin sudah sangat banyak dipelajari dan diperdebatkan. Akan tetapi dalam masa transisi menuju demokrasi, yang entah kapak akan mapan, seperti yang kita alami saat ini, topik ini merupakan topik yang relevan. 
     
    Salah satu agenda yang mungkin seringkali kita lupakan adalah bagaimana meruntuhkan sistem yang telah dibangun oleh Orde Baru selama 32 tahun. Reformasi saat ini tmpaknya hanya sekedar meruntuhkan agen-agen pemerintahan sebelumnya dan menggantinya dengan agen yang baru dalam sistem yang lama. 
     
    Hal ini merupakan bentuk reformasi yang setengah-setengah. Ibarat sebuah mobil tua yang berganti pengendara, maka jalannya pun tidak akan cepat.  
     
    POlitik identitas ini dapat kita lihat dari bagaimana perdebatan yang marak tentang keberadaan ahmadiyah. Mereka adlah kelompok yang terpinggirkan dalam komunitas Islam secara luas. perjuangan mereka tentu saja merupakan sebuah perjuangan untuk mendapatkan hak yang sama sebagai seorang warga negara.  
     
    Contoh lainnya yang mungkin tidak banyak mendapatkan pemberitaan adalah kelompok agama yang oleh pemerintah tidak diperbolehkan menyandang status agama. Ketertindasan mereka dan juga ketakutan mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti ahmadiyah membuat mereka seakan tiarap. akan tetapi sebenarnya mereka juga melakukan berbagai perlawanan. Perlawanan yang mereka lakukan memang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Seperti tidka menunjukan identitas keagamaan mereka ditengah masyarakat maupun di negara. Atau dengan kata lain mereka adalah kelompok yang oleh Spivak dikategorikan sebagai sub-altern. 
     
    "Can sub-altern speak?" tanya Spivak. Ia mengkritisi banyak ilmuwan yang hanya bertempat tinggal di atas angin. Melayang-layang dalam pergumulannya dengan teori. satu hal yang dapat kita tangkap dari pembacaan Spivak adalah bahwa iontelektual semestinya turun ke bumi untuk membangun sebuah transformasi sosial. :)
    fighterkid@gmail.com
    Qinimain Zain
    from Banjarbaru - Kalsel
    Signed on: Tue 27 May 2008 15:48:04 WIT
    Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 27 Mei 2008 
     
    Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen 
    (Satu Sebab Krisis Indonesia) 
    Oleh Qinimain Zain 
     
    FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain). 
     
    INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini? 
     
    Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, system ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. 
     
    Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang):  
     
    Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta).  
    Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung). 
     
    Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAINn (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja - sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta - sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).  
     
    Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26). 
    Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya.  
     
    PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon). 
     
    BAGAIMANA strategi Anda? 
     
    *) Ahli strategi, tinggal di Banjarbaru, email: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com).  
     
    THANK you very much for Dr Heidi Prozesky – SASA (South African Sociological Association) secretary about Total Qinimain Zain: The New Paradigm - The (R)Evolution of Social Science for the Higher Education and Science Studies sessions of the SASA Conference 2008.
    tqz_strategist@yahoo.co.id
    mars djeer
    from banda aceh
    Signed on: Mon 12 May 2008 09:30:43 WIT
    saya pernah mengikuti SI-7. bagaimana saya bisa mendapatkan prosidingnya?
    Admin's Comment: Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi kantor administrasi Percik melalui email : percik@percik.famili.com ataupun melalui telepon :0298-321865 / fax : 0298-325975. terima kasih
    mdjeer@yahoo.com
    sega
    from yogyakarta
    Signed on: Tue 06 May 2008 05:03:20 WIT
    kapan pengumuman SI kesembuilan yg lolos nih...? 
    kalau tidak lolos apakah juga diberitahu?
    Admin's Comment: mas/mbak sega yang baik, semoga dalam waktu dekat (minggu ini atau awal minggu depan) sudah ada pengumuman hasilnya. saat ini proses seleksi sudah sampai tahap finalisasi. Baik yang lolos maupun yang tidak, akan mendapat pemberitahuan dari panitia SI. terima kasih
    seg4_1@yahoo.com
    MGBADA JOE
    from BENIN
    Signed on: Wed 30 Apr 2008 18:21:18 WIT
    I LOVE THIS PAGE. KEEP UP THE GOOD WORK.
    MGBADAJOE@ABA.COM
    Powered by AkoBook 2.0.6 and
    .

    Publikasi

    Polling

    Darimana anda mengetahui tentang Percik ?
     
    © 2017 kampoeng percik
    Joomla! est un logiciel libre distribué sous licence GNU/GPL.